Desy melihat hakqi, ya sosok yang selama ini iya nanti, air mata tak terbendung keluar dengan derasnya membasahi pipi, dengan langkah kecilnya desy berlari menghampiri hakqi lalu memeluknya, lalu hakqi bertanya,
"apakah kamu baik - baik saja ?",
"ya, aku baik - baik saja, kamu ?", ucap desy
"aku tidak sehat, karna kamu tidak bersamaku", jawab hakqi,
"siapa yang memukulmu ?", tanya desy,
"tidak ada, aku hanya hancur ketika kamu menghilang dari bumi, namun kamu telah kembali, jangan pergi lagi desy", ucap hakqi sambil memeluk erat tubuh desy,
setelah berbincang - bincang mereka pun berjalan menuju rumah desy, yoga hanya melihat dari kejauhan dengan wajah iri karna cuaca yang sangat dingin dan tidak mendapatkan kehangatan.
Saat membuka pintu rumah, bertemulah hakqi dan ibunya desy, lalu sang ibu berkata,
"masuklah, kamu pasti lelah",
hakqi yang terkejut atas ucapan sang ibu lalu tersenyum dan berkata,
"iya bu",
setelah masuk, hakqi diberikan makan oleh desy makanan itu sederhana hanya tempe sambel dan ikan asin, lalu hakqi berkata,
"siapa yang masak dek ?",
"mamaku lah yang masak", jawab desy,
"pantesan enak, klo anak kecil pesek yang masak mah pasti lebih asin dari ikan asin", ucap hakqi,
desy yang tak terima diremehkan lalu berkata,
"kk pulang aja gih, ga usah mkn sana pulang, nyebelin banget",
hakqi pun tertawa dan berkata,
"jangan lah, aku laper tau dek, nanti kali sudah makan kita jalan - jalan",
"beneran ya", ucap desy
"iya beneran, tapi mancungin dulu hidung babinya", balas hakqi,
desypun hanya terdiam sambil menempelkan tangannya dipinggang hakqi laluvmemutarkan tangannya memberi sentuhan cinta yang luar biasa, kemudian hakqi pun berkata,
"jauh ku melangkah kemari, aku merindukan capitan ini, oh tuhan kabulkanlah permohonanku, cabut capitan cintanya, sungguh aku tak kuat menahannya, amiin",
desy yang mendengar ledekan dari hakqi lalu menambah tenaga capitannya dengan luar biasa lalu hakqi berteriak,
AKKKHHKKK, ampun sayang ngak lagi bener - bener ampun tidaaaaaaaakkkk,,,.....
mendengar jeritan hakqi desy tertawa dan melepaskan cubitannya, setelah itu hakqi langsung menerkam desy hingga desy terbaring dibawah cengkraman hakqi, tak sengaja sang ibu melihatnya lalu berkata "EHM",
dengan kecepatan kilat hakqi langsung melepaskan desy dan menundukkan kepalanya karna merasa tertangkap basah,
lalu sang ibu berkata,
"nanti kalo kalian udah nikah terserahlah",
"iya bu", jawab hakqi yang malu,
setelah sang ibu pergi desy menertawakan hakqi yang bodoh dan berkata,
"uuuuuu bengak, lolo, rasoi lemak dak keno marah uuuuuuu",
( artinya : uuuuuu begok, tolol, rasain enak gak kena marah uuuuuuu ),
setelah selesai makan hakqi dan desy pun jalan - jalan melihat pemandangan indah di atas bukit yang tinggi, ketinggian bukit ini 1500 meter diatas permukaan laut, hakqi dan desy berjalan dengan diam seolah mereka tau bahwa besok hakqi akan pergi meninggalkan desy, tak lama kemudian hakqi berkata,
"maaf atas sikap ayahku kamu sampai dikirim kesini",
"tak apa, aku tak akan menyesal asalkan kakak terus bersamaku", balas desy,
lalu hakqi pun berkata,
"tunggulah sebentar lagi, aku akan menjemputmu pulang, dan kita akan menjadi keluarga, ya kita akan menikah setelah semuanya selesai, ku harap kamu mau menungguku syg",
"iya aku akan tunggu, tapi minta uang sayang", ucap desy,
hakqi pun tertawa dan berkata,
"hahaahaha kamu ini, ini ada uang yang aku siapkan, didalamnya ada uang 15 juta, berhematlah, nanti aku akan datang lagi dengan uang yang lebih banyak, agar kamu bisa hidup senang, sekali lagi aku minta maaf atas kesusahan yang kamu jalani saat ini",
desy pun tersenyum dan berkata,
"aku selalu mencintai mu kak hakqi, baik dari dulu hingga kini, susah maupun senang, sedih maupun bahagia",
hakqi pun tertawa dan berkata,
"kek pernah denger nih, siapa yang ngajarin omongan kayak gitu",
dengan senyum desy menjawab,
"kakak lah yang ngajarin adek",
lalu mereka berdua pun tertawa sebelum hakqi pergi meninggalkan desy untuk sementara.