siswa itu bernama Rama... cukup tampan dan dari keluarga kaya,wajar dia sangat arogan.
banyak teman laki dan wanita merapat untuk mendapat keuntungan dari Rama.
sesudah dia mulai bisa berjalan keluarganya meminta info ke.sekolah tentang gadis yang menyelamatkannya....
sore itu dikediaman pak Barata....
keluarga Rama membawa banyak oleh-oleh untuk sekedar berkunjung.....
Rama masih tertatih saat berjalan,pak Barata dan Bu Dewi mendapat sedikit gambaran kejadian dari ayah dan ibu Rama,pemuda arogan itu tertunduk sopan,sungguh tidak biasa,ayahnya sangat berterimakasih pada Siwa, dan sangat bersyukur atas kejadian itu,pewaris tunggal usahanya itu telah berubah menjadi lelaki yang baik sejak kejadian itu.
Siwa hanya tersenyum datar sebagai bentuk sopan santun saja,gadis itu tidak cantik tapi sangat menarik dan membuat siapapun betah memandangi wajah nya.
ada aura kuat yang terpancar dari wajah dan tubuh Siwa.
kedua keluarga itu berbincang ngalir ngidul tidak jelas karena kebetulan pak Barata juga seorang Presdir pada sebuah Bank jadi kedua bapak itu malah asyik berbincang bisnis, sementara para ibu berbincang tentang kehidupan sosialita.....
Rama dan Siwa hanya menyimak dengan malas.
"bisakah kamu mengajakku ketempat lain?" Rama memulai pembicaraan
"ayo kita keteras belakang"
mereka melangkah perlahan keteras belakang rumah.....duduk di gazebo yang nyaman disamping kolam renang keluarga .
Siwa melihat Rama masih kesulitan melangkah belum selincah biasa,
"berjanjilah untuk menjadi orang yang rendah hati dan tidak menghina dunia yang berbeda dari kita...."
" iya aku berjanji Siwa..." Rama terlihat menyesal atas apa yang telah diperbuatnya.
Siwa mendekati kaki nya dan menyentuh kaki itu dari dengkul kebawah.... kiri kanan Rama merasakan panas yang menjalar dia mencoba menahan rasa itu dengan mengepal tangan kuat-kuat agar tidak menjerit histeris ,biar bagaimanapun malu rasanya jika menjerit didepan gadis mungil itu.
Rama juga terkejut aliran panas apa itu dan mengapa gadis itu bisa melakukannya,berarti benar bahwa dia bukan orang sembarangan,
dia melihat mata Siwa berkilat merah ..... ngeri tapi dia tidak berkomentar apapun....
" berlarilah sekarang..." ucap Siwa tiba-tiba
Rama mencoba berdiri dan dia tidak merasa seperti ada batu yang menggelayut lagi dikakinya,dia berlari dihalaman belakang rumah Siwa yang luas sambil berteriak-teriak girang seperti anak kecil yang baru dapat hadiah.
kedua keluarga itu berlari kehalaman belakang karena terkejut mendengar teriakannya.
dan ayah-ibunya pun melongo melihat Rama seperti tidak pernah menderita kelumpuhan.....
sejak kejadian itu Rama menjadi sahabat bagi Siwa.....dia sering menjemput Siwa untuk berangkat bersama kesekolah dan mengantarnya pulang,tapi rupany ada seorang gadis yang merasa benci melihat kedekatan mereka....
Rahma sangat menyukai Rama sejak dari kelas X bahkan sampai saat ini,tapi Rama lelaki cuek dan arogan dia lebih senang berhura-hura bersama teman-teman nya dan tidak ada yang special dan khusus.
sejak kejadian itu Rama berubah menjadi siswa yang sopan,lembut dan tekun belajar.
tidak ada lagi keisengan-keisengan Rama dikelas.
dan yang paling membuat Rahma benci pemuda itu jadi dekat dengan zombie adik kelasnya itu julukan Rahma untuk Siwa.
bahkan kadang dia menyebutnya dukun cabul dan lain-lain.
siang itu Siwa akan berjalan untuk makan pada jam istirahat kekantin.....Rahma dan antek-anteknya sedang berkumpul di jalan yang menuju kantin, melihat Siwa akan lewat dia dengan genit nya berlengak lengok seolah meniru gaya Siwa dan mencemoohnya sehingga menjadi bahan tertawaan begitu banyak siswa-siswi yang berkumpul di sekeliling Rahma...
wajah Siwa sedikit memerah oleh rasa tidak suka,tapi dia berjalan melewati mereka semua dengan wajah datar seperti biasa.
Siwa menuju kekantin memesan makanannya....tak lama kemudian Rama menghampirinya.....
" apa yang dikatakan nenek lampir itu wa?'
Siwa tidak menjawab dia hanya tersenyum lalu menyodorkan makanan yang sudah dipesannya untuk Rama,Rama tidak pernah menolak apapun jenis makanan yang dibeli Siwa,dia akan memakannya dengan lahap mereka berbincang pelan,begitu selesai merek berpisah Siwa berbelok sebentar ketoilet...
tidak lama kemudian kelas Rama gempar.....
karena Rahma tiba-tiba kelu tidak dapat berbicara,lidahnya kaku dan tidak bisa digerakkan!!!