Kunjungan terapeutik (2)

"Saya masih merasa gugup," kata Talia setelah beberapa waktu. Meskipun Damon ada di sekelilingnya, dia tidak bisa menghilangkan kegelisahan yang berputar di perutnya, membuat seluruh tubuhnya berkemil di cara yang tidak menyenangkan.

"Apakah kamu ingin lari lagi?" tanya dia.

Talia menolak. "Saya butuh sesuatu yang lebih dari sekedar lari. Bagaimana kalau kita berlatih bertarung?" Sepersekian detik kemudian, dia menggelengkan kepala sambil menolak ide itu. Dia tidak ingin mengambil risiko salah satu dari mereka terluka, dan jika mereka tidak bertarung habis-habisan, itu tidak akan membantu.

Damon mengatupkan bibir, lalu dia mendapat ide.

Tangannya bergerak di bawah Talia, dan dia berdiri sambil menggendongnya.

Talia tidak yakin apa yang hendak dia lakukan, namun tatapan fokus dan langkah mantapnya memberi tahu bahwa dia memiliki rencana. Namun, mengapa dia menuju ke tebing tempat sungai itu berakhir?