Bab 59: Minuman Dunia Akhirat

Sinar matahari yang remang-remang, menembus daun-daun yang lebat di hutan, menciptakan motif cahaya dan bayangan yang tak beraturan di jalur pegunungan.

Ning Zhuo, membawa sebuah guci anggur, berjalan santai, menyibak ranting-ranting selagi dia melangkah.

Suara burung berkicau menembus kayu-kayuan, jernih dan menyenangkan telinga. Udara segar, bercampur dengan aroma tanah dan tanaman.

"Ini aku lagi," gumam Ning Zhuo sambil sampai di sebuah kolam dalam, tempat dia pertama kali bertemu Lin Shanshan.

Air kolam begitu jernih, dengan ikan yang berenang-renang. Tiba-tiba, satu melompat keluar dari air, memecah permukaan dan menyebar sinar matahari keemasan yang terpantul.

Ning Zhuo melanjutkan perjalannya, melewati air terjun ke jalur pegunungan.

Di sebelah kirinya, air terjun mengelegar dan menyemburkan air ke segala arah, dengan sinar matahari menciptakan pelangi di langit. Di sebelah kanannya, dinding tebing yang ditumbuhi lumut terlihat tenang dan dalam.