Ketika napas Qi Abadi ini memasuki tubuhnya, setiap pori Li Hao memancarkan miliaran cahaya yang mempesona, seolah-olah matahari ilahi yang cemerlang dan berkobar telah tertelan di dalam dirinya.
Salju yang menumpuk di sekitar tubuhnya mulai cepat menguap dan mencair.
Daging dan darahnya berdenyut dan meliuk, berubah dan memperbaiki, membersihkan kotoran dari tulang dan sumsum, dengan cahaya putih perak merembes dari pori-porinya, menyelimuti sosoknya dalam kabut cahaya Abadi.
Tubuh fisiknya berubah, begitu pula Tenaga Sejatinyya, bahkan jiwa spiritual dan aspek dharma Li Hao melampaui karena napas Qi Abadi ini. Jiwa ilahi emasnya menyusut, bergeser dari bentuk seorang pemuda menjadi bayi.
Kemudian tumbuh dari bayi kembali ke bentuk seorang pemuda.
Sekarang, jiwa yang tadinya tegar dan kuat itu mendapatkan beberapa jejak aura yang etereal, terlepas dari debu.