"Meski mereka bilang wanita itu kayak serigala di usia tiga puluh dan macan di usia empat puluh, bukankah Dr. Ding terlalu berlebihan?"
"Aku sedang beristirahat di tempat tidurnya, dan dia malah asyik membuat kerajinan tangan di luar?"
Xu Wendong merasa gelisah di dalam hati.
Tepat saat itu.
Sebuah suara lemah terdengar di telinganya, "Xu Wendong, aku tidak tahan lagi... tolong aku..."
"Oh tidak!"
Wajah Xu Wendong berubah drastis; ia langsung bangkit dan bergegas keluar, hanya untuk melihat Ding Yao bersandar lemah pada sebuah kursi, wajahnya pucat pasi dan keringat mengucur tanpa henti di pipinya.
"Dr. Ding, ada apa?" Xu Wendong bertanya dengan cemas.
Ding Yao bernapas dengan berat, "Pergi ke gantungan baju, tolong ambil... ambil Pil Penyelamat Jantung Cepat-aksi dari saku."