Siwa bertugas dipedalaman Borneo....kebetulan sedang pembangunan jalan lintas,perusahaan pemenang tender menggunakan alat-alat berat dan jembatan timbang,Siwa mengawasi sejak pembuatan pondasi,merangkai alat berat dan lain-lain ,
rambutnya terikat ekor kuda,celana jeans belel, kemeja lapangan,helm proyek seolah perawan di sarang penyamun,tapi siapa berani mendekat untuk usil posisi Siwa sangat penting mereka segan padanya.
dan tentunya mereka tidak tahu,Siwa bukan gadis sembarangan.
sampai seseorang menyadari ada yang sangat istimewa digadis itu,bukan karena kemampuan otaknya saja,paras manisnya yang cantik teduh tapi juga misterius, tapi ada sesuatu yang tidak tampak sungguh luar biasa dari gadis ini,dia adalah anak kepala suku yang tidak jauh perkampungan nya dari base camp tempat Siwa tinggal dan bekerja.
dia sering memperhatikan,kagum dan terpana melihat gadis mungil itu sangat lincah dilapangan dan ada aura mistis yang dia rasa dari pancaran matanya.
Siwa menyadari ada yang memperhatikan dia tapi Siwa adalah gadis tanpa ekspresi kata rekan-rekannya.... jika tidak penting jarang ada yang mau bercakap-cakap dengannya,
Sangaji membawa banyak makanan dari mobil double cabinnya, orang-orang proyek semua sangat gembira, Sangaji adalah kepala desa disitu juga anak kepala suku jadi sering berkunjung ke proyek dan banyak membantu kesulitan dilapangan, Siwa menatap dari jauh,matanya teduh penuh misteri.
Sangaji ingin sekali mendapat perhatian gadis itu,selama ini gadis- gadis lokal maupun tetangga kampung banyak yang tergila-gila padanya tapi Sangaji tidak pernah menggubris mereka,tapi ketika gadis mungil bernama Siwa itu datang kekampungnya dia benar-benar terpikat, Sangaji mengajak semua berkumpul dan secara pribadi mengundang Siwa, gadis itu hanya mengangguk pelan lalu ikut bergabung dibarisan belakang,
"kak Siwa ambil yang banyak ayo dicoba masakan khas daerah sini itu loh" celoteh Sangaji sopan
"iya mas makasih" Siwa tersenyum tipis,tapi itu sudah mampu membuat Sangaji berdesir lembut dalam hatinya,suara gadis ini menari ditelinganya,
dia bertekad akan mengajukan lamaran secara adat dalam waktu dekat tanpa basa basi lagi......