EPISODE 07

Jaejoong tersenyum tipis saat mengingat bagaimana Im Yoona memintanya untuk menjauhi Yunho, yang tentu saja tidak akan pernah mungkin ia lakukan bagaimanapun keadaannya. Meski ia mendapatkan Yunho dengan cara yang cukup mudah, ia tidak akan melepaskan pria itu dari genggamannya, karena Jaejoong sudah terlalu jauh menyukai priaitu.

Selama hidupnya, Jaejoong jarang bahkan hampir tidak pernah memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu, dan Yunho adalah seseorang yang pertama kali mengajarkannya untuk menginginkan sesuatu. Pria itu juga mengajarkannya bagaimana perasaan jatuh cinta seharusnya. Meski saat ini keadaan Jaejoong mungkin bisa mempersulit Yunho, ia yakin jika bersama pria itu Jaejoong akan memiliki keinginan untuk sembuh—tidak seperti sebelumnya dimana lelaki cantik itu merasa tak acuh dengan kondisi tubuhnya.

"Apa yang membuatmu tersenyum seperti itu, Jaejoong shi?"

Lelaki itu tersentak saat mendengar sebuah suara familiar dariarahkanan, ia menoleh dan mendapati Choi Seunghyun yang berdiri disisinya dengan senyum tampan, "Seunghyun shi, apa yang kau lakukan disini?" tanya Jaejoong dengan sepasang mata bulatnya yang mengerjab bingung.

Hari ini ia dan Yunho akan makan siang bersama diluar, dan saat ini ia sedang menunggu kedatangan pria itu. Tapi, nampaknya Yunho akan sedikit terlambat karena jadwal pria itu memang cukup padat untuk hari ini.

"Boleh aku duduk disini?" Seunghyun tidak menunggu jawaban dari Jaejoong untuk mendudukkan dirinya disalah satu kursi disamping Jaejoong. Menatap lelaki itu yang kini terlihat lebih sehat dari terakhir kali iamelihatnya, "Kau terlihat lebih sehat dari sebelumnya."

"Tentu saja, memangnya kau mau aku sakit terus-menerus, huh?" dengus Jaejoong kesal, melirik jam tangan yang telah menunjukkan pukul satu siang. Iamendengusdalam hati karena keterlambatan kekasihnya, "Dan kenapa kau duduk disini, aku belum memberimu ijin."

Seunghyun tak mengacuhkan omelan Jaejoong, pria itu malah memanggil seorang pelayan dan memesan menu makan siang, "Aku sudah terlanjur duduk dan malas untuk pindah. Lagipula, sosok yang kau tunggu belum juga datang. Aku akan menemanimu sampai dia datang. Otte!"

Jaejoong mendelik pada Seunghyun yang tertawa kecil, "Memangnya kau akan pindah kalau aku menyuruhmu, huh? Dasar pria genit!"

"Tentu saja tidak." Seunghyun tertawa kecil, menatap Jaejoong yang terlihat manis meskipun ia tengah kesal. Memang lelaki didepannya ini bisa dengan mudah mencuri hati siapapun juga, "Jaejoong shi, aku menyukaimu sejak aku melihatmu pertama kali di foto yang ada dikantor tuan Kim."

"Mwo?" Jaejoong menatap pria yang duduk disisinya dengan tatapan terkejut, "Kau bilang apa barusan?"

"Aku menyukaimu, karena itu aku ingin kau memberiku kesempatan untuk mencurihatimu. Apa kau bersedia?"

"Tidak mau!" sahut Jaejoong cepat, menatap datar Seunghyun yang kini menghela nafasnya dalam, "Aku tidak menyukaimu, jadi untuk apa aku memberimu kesempatan. Lagipula, aku sudah memiliki kekasih."

Seunghyun menaikkan alisnya, menatap Jaejoong yang terlihat bangga dengan statusnya, "Apa itu Jung Yunho? Dokter pribadimu? Kupikir dia telah memiliki kekasih dan itu bukan kau Jaejoong shi. Namanya ImYoona!"

Jaejoong memutar bola matanya malas ketika mendengar ucapan Seunghyun. Lelaki cantikitu bersedekap dada dan menatap datar pria didepannya, "Sepertinya kau tahu banyak hal tentang Jung Yunho dari pada aku, ne. Apa kau mencaritahu semua tentangku juga, huh?"

Seunghyun mengendikkan bahunya tak acuh, ia tersenyum pada pelayan wanita yang menyuguhkan makan siang yang ia pesan seraya melirik Jaejoong dengan tatapan jahil, "Aku bukan orang yang mudah menyerah untuk mendapatkan apa yang aku inginkan Jaejoong shi, jadi bersiaplah untukmenerima serangan cinta dariku."

"Iuhhh.. kau menjijikkan dasar pria tua!"

"Aku tidak setua itu, Jaejoongshi. Aku bahkan lebih muda dari Jung Yunho. Ah..mengingat pria itu, bukankah dia kekasihmu?"

Jaejoong menoleh, dan memicingkan sepasang mata bulatnya saatmelihat Yunho berjalan memasuki rumah makan denganYoona dan Yoochun disampingnya.

"Hahaha..sepertinya acara kencanmu berantakan, ne!"

"Berisik!"

***

Yunho mengambil nafas dalam-dalam ketika memasuki rumah makan dimana Jaejoong sedang menunggunya untuk makan siang bersama. Hal yang saat ini ia pikirkan adalah reaksi Jaejoong saat lelaki itu menyadari bahwa ia membawa Yoona dan Yoochun pada acara kencan mereka.

Ya, ini adalah kencan mereka yang pertama namun kedua orang ini ingin merusuh, dan Yunho bukan orang yang bisa menolak permintaan sederhana keduanya untuk makan siangbersamanya.

"Bukankah itu Jaejoong, siapa pria yang duduk bersamanya?"

Yunho mendongak, menatap satu sudut rumah makan dimana kekasihnya berada—tampak sedang berdebat dengan seorang pria yang duduk disampingnya dan entah kenapa hal itu membuat hati Yunho merasa tidak nyaman. Pria bermata musang itu melangkahkan kakinya semakin cepat untuk sampai ditempat dimana kekasihnya duduk, "Jaejoongie.."

Jaejoong menoleh dan tersenyum tipis padanya, dan hal itu membuat hati Yunho yang resah menjadi sedikit ringan. Ia mendudukkan dirinya disamping Jaejoong dan menatap pria disisi lain Jaejoong yang memiliki sepasang mata tajam, "Siapa ini?"

"Aku Choi Seunghyun, teman Jaejoongie. Atau mungkin calon tunangan." sahut Seunghyun dengan senyum tipis. Ia bisa merasakan tatapan menyelidik Yunho dan pelototan tajam Jaejoong yang duduk disisinya. Ia tertawa kecil seraya mengedipkan satu mata pada Jaejoong yang semakin mendelik padanya, "Benarkan Jaejoongie?"

Jaejoong melengos dan menatap Yunho datar, "Biarkan saja dia. Anggap patung mati, arra hyung!" lelaki itu kemudian menatap Yoochun dan Yoona yang hanya diam memperhatikan, "Kenapa kalian diam saja, kalian kesini untuk makan siang, kan? Kenapa tidak pesan sekarang?"

Yoochun berdehem pelan, ia segera memanggil seorang pelayan dan memesan menu makan siang diikuti oleh Yoona. Ia tidak menyangka akan mendapat sambutan yang cukup tidak menyenangkan dari Jaejoong. Well, siapa yang suka jika acara kencanmu diganggu oleh orang lain. Mungkin Yoochun juga akan merasa kesal, namun Yoochun tidak bisa menolak keinginan Yoona ketika gadis itu meminta tolong padanya.

Yunho menepuk kepala Jaejoong dengan lembut karena sepertinya ia tahu siapa pria didepannya saat ini. Choi Seunghyun, pria yang dikenalkan tuan Kim pada Jaejoong beberapa minggu yang lalu, "Sudah memesan makanan?" tanyaYunho dengan nada lembut.

Jaejoong mengangguk, dan tersenyum lebar, "Aku sudah makan ice cream, dan memesan makan siangku. Hehehe.."

Dahi Yunho mengernyit, "Kau makan ice cream tanpa ijinku, Jaejoongie? Bukankah sudah kubilang hindari makan ice crema terlebih dahulu. Aku tidak ingin kau sampai demam, arraso!"

Seunghyun yang bertopang dagu, menatap Yunho dengan tatapan jengah, "Yunho shi, kau terlalu protective pada Jaejoong. Jika kau selalu melarangnya, bagaimana dia bisa menikmati dunia ini, huh?"

"Apa kau dokter?" tanyaYunho dengan nada datar, melirik Jaejoong yang menggelengkan kepalanya pelan—tampak memperingatkannya untuk tidak terpengaruh dengan ucapan Seunghyun.

"Tidak, aku pengusaha!"

"Jika begitu, aku akan memberitahumu satu hal. Aku adalah dokter Jaejoong dan aku tahu pasti apa yang bisa dan tidak bisa diamakan. Aku melakukan semuanya untuk kebaikannya, dan kukira kau tahu bagaimana keadaan kesehatan Jaejoong. Jadi, jika anda tidak tahu apapun, lebih baik diam." sahut Yunho dengan senyum tipis, "Dan lagi, aku adalah kekasihnya, suatu hal yang lumrah jika aku tidak ingin kekasihku sakit."

Jaejoong yang mendengar pengakuanYunho merona merah dikedua pipinya. Lelaki itu mengkup kedua pipinya dan berseru pelan tanpa malu pada beberapa orang yang duduk disampingnya, "Aihh..Yunnie hyung kau membuatku malu dan semakin menyukaimu,.Hehehe.."

Seunghyun memutar bola matanya malas melihat perhatian yang diberikan Yunho pada Jaejoong. Ia melirik sosok gadis yang duduk disisi lain meja dan menyeringai tipis, "Bukankah kau mantan kekasih Jung Yunho, apa kau tidak merasa sakit hati melihat orang yang kau cintai bermesraan dengan lelaki lain?"

"Ya, Choi Seunghyun! Jika kau masih banyak tingkah, aku akan menendangmu sekarang juga!"

Seunghyun melirik Jaejoong sekilas sebelum kembali mengulas sebuah seringai tipis yang membuat Jaejoong bertambah kesal, "Lakukan saja, aku akan dengan senang hati menerima tendangan darimu, Jaejoongie."

"Yah! Dasar masokis genit!"

TO BE CONTINUED..